PADSK dan SCL Indonesia Bersama Universitas Pekalongan Gelar International Seminar, Bahas Variation Order dalam Sengketa Proyek Konstruksi

Perkumpulan Dewan Sengketa Konstruksi

Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa Konstruksi ( PADSK) dan Society of Construction Law Indonesia (SCL Indonesia) berkolaborasi dengan Universitas Pekalongan menyelenggarakan International Seminar bertajuk “Variation Order, the Cause of Disputes or Legal Support of Dispute Resolution.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Mei 2026 di Universitas Pekalongan, mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.

Seminar internasional ini menjadi forum akademik dan profesional yang mempertemukan pakar hukum konstruksi, praktisi industri, akademisi, serta mahasiswa untuk membahas isu penting dalam proyek konstruksi, yakni variation order atau perubahan pekerjaan dalam kontrak konstruksi. Dalam praktiknya, variation order seringkali menjadi salah satu faktor utama munculnya sengketa dalam proyek, baik terkait perubahan lingkup pekerjaan, penyesuaian biaya, maupun dampaknya terhadap waktu pelaksanaan proyek.

Melalui seminar ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa variation order tidak selalu menjadi sumber konflik. Dalam sistem kontrak konstruksi modern, perubahan pekerjaan justru dapat berfungsi sebagai mekanisme hukum yang memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan proyek. Apabila dikelola dengan prosedur kontraktual yang jelas dan didukung dokumentasi yang baik, variation order dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung penyelesaian sengketa secara profesional dan terstruktur.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar hukum konstruksi dan penyelesaian sengketa dari berbagai negara secara online, yang memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek internasional. Para pembicara tersebut antara lain Anil Changaroth dari Singapura, Dr. Malai Chomphuka dari Thailand, Salvador P. Castro dari Filipina, Prof. Sarwono Hardjomuljadi dari Indonesia, Pablo Laorden dari Spanyol, Prof. Nicholas Gould dari Inggris, Prof. Zhang Shuibo dari China, serta Asel El Housan dari Inggris.

Dalam diskusi yang berlangsung, para narasumber memaparkan berbagai perspektif mengenai praktik penerapan variation order dalam kontrak konstruksi internasional, termasuk dalam kerangka kontrak berbasis FIDIC yang banyak digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur global. Mereka juga menekankan pentingnya manajemen kontrak yang baik serta penerapan mekanisme pencegahan sengketa (dispute avoidance) sejak tahap awal pelaksanaan proyek.

Melalui kolaborasi antara PADSK, SCL Indonesia, dan Universitas Pekalongan, seminar ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan kajian hukum konstruksi di Indonesia sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional di tingkat internasional. Forum ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong praktik pengelolaan kontrak konstruksi yang lebih transparan, profesional, serta mampu meminimalkan potensi sengketa dalam pelaksanaan proyek pembangunan.